Selasa, 03 Januari 2012

Guru adalah profesi yang mulia


Guru adalah profesi yang sangat mulia

Saya ingin sedikit menceritakan pengalaman saya sebagai guru di pelosok Indonesia, tepatnya di Berau, Kalimantan Timur, Indonesia. Disini saya dikirim untuk menjadi guru SD (Sekolah Dasar) untuk mengajarkan beberapa pelajaran bagi anak-anak disana.
Sebelum saya mulai menceritakan pengalaman saya, saya ingin sedikit memberitahu kondisi alam di Berau, Kalimantan Timur, Indonesia.
·       Letak geografis Berau yaitu pada 00 ° 51 ` 00 ” – 0 l ° 02 ” 33 ” LU dan 116 ° 01 `00 ” 119 ° 57`00 ” BT.
·       Mata pencaharian penduduk berau yaitu berburu, menangkap ikan serta mencari umbut-umbut kayu.
·       Berau mempunyai suku yaitu suku Berau dan suku Ahe.
·       Kehidupan sehari-hari penduduk berau yaitu berburu binatang yang ada di hutan kalimantan. Binatang yang diburu adalah babi hutan dan rusa. Penduduk Berau juga biasa menangkap ikan di laut pada malam hari.
Rencana kerja selama menjadi guru
Rencana saya sebagai guru adalah untuk mengajarkan anak-anak suku pedalaman betapa pentingnya pendidikan di Indonesia. Khususnya di pelosok Kalimantan Timur, yaitu daerah Berau.
Saya akan mengajar siswa SD di daerah tersebut. Banyak perbedaan antara saya dan suku pedalaman kalimantan, yaitu kendala bahasa,  kebiasaan, dan bagaimana cara mereka untuk menerima saya sebagai guru di daerah mereka. Mungkin agak sulit untuk mengajak anak-anak belajar dan sekolah, karena mereka sudah terbiasa untuk bermain, bahkan ada juga yang sudah terbiasa membantu orang tuanya. Tetapi bagaimanapun mereka harus sekolah demi masa depan mereka dan saya akan menjalankan tugas saya sebagai guru mereka.
Saya akan mengenalkan  huruf dan angka kepada mereka, agar mereka dapat mengerti pelajaran yang akan saya ajarkan. Mereka juga dapat mengenal huruf dan angka sebagai bekal mereka kelak. Ini adalah awal dimana saya akan mengajar anak didik saya dan mengenalkannya kepada mereka.

 Pelajaran yang akan saya ajarkan adalah membaca, menulis,dan berhitung (calistung). Saya ingin anak didik saya mengerti apa itu membaca, menulis, dan berhitung, karena itu semua sangat penting bagi mereka. Cara  mengajar saya yaitu dengan memberikan materi sedikit demi sedikit agar anak didik saya mudah mengerti dan mudah dipahami. Butuh kesabaran untuk mengajar, apalagi anak-anak SD di daerah tersebut belum pernah sekolah sebelumnya.

Harapan saya setelah tugas saya sebagai guru selesai
Saya berharap agar anak didik saya bisa membaca dan menulis dengan lancar serta dapat menghitung dengan benar tanpa alat bantu (kalkulator) dan dapat bisa menjadi kebanggaan bagi keluarganya.
Keuntungan bagi masyarakat sekitar adalah anak-anak mereka menjadi orang yang tidak buta huruf dan buta angka. Serta orang tua mereka dapat belajar dari anak-anak mereka. Saya merasa senang bila anak didik saya bisa berhasil di kemudian hari dan bisa menjadi contoh di pelosok daerah tersebut.
Keuntungan bagi saya dapat mempelajari bagaimana karakter anak-anak dipelosok negeri ini serta dapat menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi diri saya sendiri.
Sumber: wikipedia

Selasa, 08 November 2011

Tugas Ilmu Budaya Dasar


Nama dan NPM :
  • Ferra Amalia Sekar Putri (12211839)
  • Rose Iman Sari (16211462)
Kelas : 1EA25
RAWON
Rawon adalah makanan khas daerah yang berasal dari Jawa Timur. Banyak makanan khas daerah yang hampir menyerupai rawon. Misalnya di daerah Betawi dikenal dengan nama kuah pucung meski menggunakan ikan. Sementara itu di Makassar juga terdapat makanan yang serupa dengan rawon yaitu palu kalua.
Saat kami mencicipi rawon, kami merasa asing dengan rasa rawon tersebut karena sebelumnya kami belum pernah mencoba rawon. Tapi di tempat kami membeli rawon, banyak orang yang terlihat begitu menikmati hidangan rawon tersebut.
Kalau dilihat dari sejarahnya, rawon belum memiliki asal usul yang jelas. Banyak penjual yang tidak tahu bagaimana awal mula adanya rawon. Termasuk yang menjual rawon pada saat kita mencicipi hidangan rawon tersebut.  Namun, beberapa orang mencoba berpendapat  bahwa makanan ini adalah makanan raja-raja dahulu yang justru bermula dari makanan ini adalah makanan rakyat jelata. Sebab, makanan rakyat biasanya lebih mudah menjadi popular karena menjadi bagian dari banyak kalangan.
Rawon adalah sejenis sup dengan kuah berwarna hitam seperti kecap. Rawon diisi dengan daging sapi berlemak. Ia biasa dipotong kecil-kecil ataupun disuwir-suwir. Untuk melengkapinya, bisa ditambahkan tauge pendek, sambal terasi, bawang goreng, dan kerupuk-baik kerupuk udang maupun kerupuk putih.
Rasa kuah yang agak manis akan membuat sup hitam ini menjadi lauk yang lezat dan bisa dimakan dengan nasi putih. Aromanya sangat khas karena dibubuhi bumbu khusus yang dinamakan “keluak”. Karena bumbu inilah, sup hitam ini menjadi gurih dan sedap. Agar rasa khas rawon tetap terjaga, harus dipilih keluak yang tepat. Karena ada juga keluak yang rasanya pahit. Oleh karena itu, perlu ketelitian saat membelinya bagi penjual rawon atau bagi siapapun yang ingin mencoba membuat rawon. Biasanya, keluak dipecah dan dicicipi lebih dahulu agar dapat mengetahui keluak tersebut pahit atau tidak agar tidak mengubah cita rasa.
Berikut ini adalah resep untuk membuat rawon dan cara membuatnya :



Bahan Rawon Daging :
  • Daging rawongan 250 gram
  • Air 1 liter
  • Air asam 1 sendok teh
  • Lengkuas 1 cm, memarkan
  • Daun jeruk 2 lembar
  • Serai 1 batang, memarkan
  • Daun bawang 3 batang, potong kasar
  • Bawang perai 1 batang, potong kasar
  • Bawang goreng secukupnya
  • Minyak goreng 3 sendok makan
Bumbu halus :
  • Bawang putih 3 siung
  • Bawang merah 6 butir
  • Keluwak 2 buah, ambil daging buahnya, rendam air hangat
  • Tomat ukuran kecil 1 buah
  • Ketumbar 1/2 sendok teh
  • Kunyit 1 cm, bakar
  • Terasi 1/2 sendok teh
  • Garam secukupnya
Cara membuat Rawon Daging :
  1. Cuci dan rebus daging terlebih dahulu hingga lunak, Angkat dan potong daging seperti bentuk dadu.
  2. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus, daun jeruk, serai dan lengkuas hingga harum.
  3. Masukkan daging, daun bawang dan bawang perai, tumis hingga bumbu meresap.
  4. Tuang air rebusan daging, didihkan. Tambahkan air asam, aduk rata. Angkat.
  5. Tuang rawon dalam mangkuk saji, taburi dengan bawang merah goreng. Sajikan hangat.

Kebudayaan Vietnam

Kebudayaan Vietnam
Ibukota Vietnam adalah Hanoi (dahulu berfungsi sebagai ibukota Vietnam Utara), sedangkan kota terbesar dan terpadat adalah Ho Chi Minh City (dahulu dikenal sebagai Saigon). propinsi (dalam Bahasa Vietnam di sebut tỉnh) dan 5 kotamadya yang di kontrol langsung oleh pemerintah pusat dan memiliki level yang sama dengan propinsi (thành phố trực thuộc trung ương). Ke-59 propinsi-propinsi tersebut kemudian dibagi-bagi menjadi kotamadya propinsi (thành phố trực thuộc tỉnh, daerah perkotaan (thị xã) dan pedesaan (huyện), dan kemudian dibagi lagi menjadi kota (thị trấn) atau komune (xã). Sedangkan, 5 kota madya yang dikontrol oleh pemerintah pusat di bagi menjadi distrik (quận) dan kabupaten, dan kemudian, dibagi lagi menjadi kelurahan (phường).

Vietnam (Bahasa Vietnam: Việt Nam), bernama resmi Republik Sosialis Vietnam (Cộng Hòa Xã Hội Chủ Nghĩa Việt Nam) adalah negara paling timur di Semenanjung Indochina di Asia Tenggara. Vietnam berbatasan dengan Republik Rakyat Cina di sebelah utara, Laos di sebelah barat laut, Kamboja di sebelah barat daya dan di sebelah timur terbentang Laut China Selatan. Dengan populasi sekitar 84 juta jiwa, Vietnam adalah negara terpadat nomor 13 di dunia. Vietnam termasuk di dalam grup ekonomi "Next Eleven"; menurut pemerintah, GDP Vietnam tumbuh sebesar 8.17% pada tahun 2006, negara dengan pertumbuhan tercepat kedua di Asia Timur dan pertama di Asia Tenggara. Pada akhir tahun 2007, menteri keuangan menyatakan pertumbuhan GDP Vietnam diperkirakan mencapai rekor tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir sebesar 8.44%.


 Pakaian tradisional wanita disebut Ao Dai dan dipakai dalam momen-momen spesial seperti pernikahan, Tahun Baru Imlek atau festival-festival. Ao Dai dahulu dipakai oleh wanita dan pria tetapi sekarang kebanyakan dipakai oleh wanita.



            Masakan Vietnam menggunakan sedikit minyak dan banyak sayuran. Makanan utama sering terdiri atas beras, kecap asin dan kecap ikan. Karakter rasanya adalah manis (gula), pedas (serrano peppers), asam (jeruk nipis), umami (kecap ikan) dan berbagai rasa dari mint dan kemangi.
            Untuk orang vietnam  budaya adalah sebuah sistem material (jasmani) dan spiritual (rohani) . Budaya mempunya dua karakteristik dasar yaitu karakter sistematis dan karakter nilai . Budaya bisa digambarkan sebagai sebuah kabel yang menghubungkan satu orang dengan orang yang lainnya . Orang vietnam sangat menghormati hubungan antara orang-orang dalam masyarakat . Hal ini menyebabkan orang vietnam sangat menjaga silahturahmi .



            Budaya petani sangat menyebabkan perlakuan orang vietnam terhadap orang lain sangat dipengaruhi oleh perasaan . Ketika seseorang saling menyayangi satu sama lain mereka cenderung memaafkan kesalahan orang lain meskipun kesalahan itu sangat besar . Menghargai perasaan jauh lebih penting daripada yamg lain .
            Interaksi dan komunikasi dimasyarakat vietnam sangat berdasarkan budaya dan kebiasaan . Mungkin kehidupan masyarakat dan ekonomi pertanian membuat orang-orang saling tergantung . Dengan demikian orang harus saling menghormati dan saling membantu . Ini bisa dilihat di negara-negara yang menganut sistem agraris khususnya di Asia . Akan tetapi , hal ini juga menjadi halangan dalam menjalin hubungan dengan masyarakat lain karena masing-masing masyarakat mempunyai kebiasaan yang berbeda .


Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam